Minggu, 08 Maret 2009

PSPS di Tahan Imbang PERSISAM


Aksi Dzumafo setelah menyamakan kedudukan, PSPS di tahan tamunya PERSISAM 2-2 dalam lanjutan Liga Esia di Stadion Rumbai. (www.images.kompas.com)

PSPS Pekanbaru memang benar-benar mendapatkan lawan tangguh di dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Rumbai, Rabu (4/3) kemarin. Persisam Samarinda mampu membuat ketar-ketir pendukung PSPS. Permainan apik Elang Borneo sempat membuat PSPS tertinggal 0-2 sebelum mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol Imam Faisal menit ke-61 dan Dzumafo Efandi Herman di menit ke-85.

Secara permainan, kedua tim memperlihatkan penampilan sekelas Liga Super. Kedua tim memperlihatkan dirinya pantas berada di papan atas dan juga pantas lolos ke Liga Super. Tapi, Pelatih PSPS Abdul Rachman Gurning tak puas secara hasil. ''Perjuangan sudah maksimal, tapi untuk hasil saya rasa belum maksimal. Seharusnya kami bisa menang. Cuma keberuntungan tampaknya tak memihak kami. Beberapa peluang emas mencetak gol terbuang,'' ujarnya.

Memang, di babak pertama saja, PSPS sempat mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol jika saja wasit Hadi Suroso jeli membuat keputusan. Di menit ke-20, libero Persisam, Kasiadi, menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti, tapi wasit tak memberikan hukuman. Setelah itu, Dzumafo Herman sempat diganjal di kotak penalti, tapi juga tak digubris wasit.

Sementara pelatih Persisam, Eddy Simon Badawi tak mau berkomentar soal wasit. ''Soal wasit saya no comment. Kalau permainan, saya puas. PSPS bermain bagus, tim saya juga bermain bagus. Saya kira, hasil ini merupakan hasil maksimal. Kami mampu membawa empat poin di dua laga tandang di Riau,'' ujarnya.
PSPS menekan semenit awal dan menciptakan peluang gol terlebih dahulu. Duet striker Dzumafo Epandi Herman dan Ahmad Junaidi yang turunkan pelatih Abdul Rahman Gurning kurang mengesankan. Terutama Junaidi yang sering kehilangan bola dan off position. Penampilan Kasiadi dan Patricio Jimenez juga tangguh di sentral pertahanan Persisam.

Namun, permainan bagus kedua tim dirusak oleh keputusan-keputusan kontroversial wasit, termasuk dua penalti yang mestinya didapat PSPS. Down karena ulah wasit, para pemain PSPS mulai terlihat longgar dan Jardel Santana mencetak gol menit ke-40 setelah menerima umpan silang Uston Nawawi.

Di babak kedua, PSPS kembali mengurung pertahanan lawan dan menciptakan banyak peluang. Sayang, terlalu asyik ingin menyamakan kedudukan, gawang Fance kembali dibobol, kali ini oleh mantan kapten PSPS, Kurniawan DJ, yang melakukan tendangan setengah salto pada menit ke-57.

Untungnya, ketinggalan 0-2 tak membuat Askar Bertuah patah arang. Masuknya M Isnaini menggantikan Ahmad Junaidi membuat serangan PSPS mulai bervariasi. Hasilnya, Imam Faisal berhasil memperkecil ketinggalan melalui gol yang diciptakannya dengan voli dari luar kotak penalti pada menit ke-61.

Gelombang serangan terus dilakukan dan pada menit ke-85, kapten Dzumafo E Herman menyamakan kedudukan setelah tandukannya membobol jala Sumardi memanfaatkan umpan crossing Isnaini. Kedudukan 2-2 menjadi hasil yang pantas untuk kedua tim yang dianggap paling pantas lolos ke Liga Super.

“Kami mengakui, Persisam main bagus. Tapi pertandingan ini dirusak oleh wasit. Minimal kita dapat dua penalti di awal pertandingan,” jelas Dastrayani Bibra, manajer PSPS, kesal.(*/hbk)(www.riaupos.com)

Sabtu, 14 Februari 2009

PSPS Fokus Menghadapi 2 Tim KALTIM


DIGENJOT LATIHAN: Setelah libur empat hari, Agusrianto (kiri) dkk mulai digenjot latihan untuk persiapan dua laga mempertahankan tahta Wilayah Barat melawan Mitra Kukar dan Persisam di Stadion Rumbai, akhir bulan ini.(said mufti/riau pos)

Libur selama empat hari yang diberikan manajemen PSPS kepada pemain dinilai cukup untuk masa pemulihan (recovery) setelah melakoni jadwal pertandingan yang padat. Sejak Kamis (12/2), Agusrianto dan kawan-kawan kembali menjalani rutinitas latihan di Stadion Rumbai, Pekanbaru. Ini merupakan persiapan jelang menjamu dua tim Kalimantan, Mitra Kukar dan Persisam Samarinda.

Untuk ‘’menu’’ awal, pelatih Abdul Rahman Gurning selalu memberikan latihan ringan tanpa beban, minimal untuk dua sampai tiga hari ke depan. Hal ini dilakukan untuk memulihkan kondisi pemain yang nilai sedikit menurun.

‘’Fokus awal latihan adalah mengembalikan daya tahan pemain yang mulai menurunan akibat liburan. Disinyalir pemain tidak ada melakukan latihan selama masa itu. Jadi untuk tiga hari ke depan hanya kita berikan latihan ringan yang tidak ada beban bagi semua pemain,’’ kata Gurning kepada Riau Pos, kemarin.

Jelang kompetisi kembali bergulir, maka kesempatan ini dijadikan momen yang pas untuk memperbaiki tim dengan mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang dialami saat kompetisi berjalan. Gurning berharap saat menghadapi Mitra Kukar dan Persisam di Stadion Rumbai pada 28 Februari dan 4 Maret mendatang, anak-anak Askar Bertuah sudah siap tempur untuk mengamankan jalur Super Liga.

‘’Dua lawan yang akan kami hadapi di kandang nanti adalah tim kuat yang juga punya ambisi untuk naik kelas. Jadi jelang itu kami akan mempersiapkan agar saat kompetisi kembali jalan pasukan sudah siap,’’ sebut Gurning lagi.

Saat ini, PSPS masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan 39 poin dari 18 pertandingan. Sementara Mitra Kukar berada di posisi empat dengan 28 poin dari 16 pertandingan dan Persisam di posisi runner-up dengan 31 poin dari 16 laga yang sudah dilewati.

‘’Kami harus selalu siap, jika tidak ingin tergelincir. Target tim ingin lolos ke Super Liga,’’ tambah mantan pelatih Persitara ini.(*/ted) (riaupos.com)

Sayembara Microsoft 3 Miliar Untuk 'Pembuat Virus'


Kesal dengan virus 'Conficker', Microsoft membuat sayembara. Produsen software raksasa ini menawarkan ratusan ribu dolar bagi mereka yang bisa menangkap biang kerok di balik kehadiran virus ini.

Ya, hadiah sebesar US$ 250 ribu atau sekitar Rp 3 miliar akan digelontorkan Microsoft bagi siapa pun yang berjasa menangkap pelaku pembuat virus Conficker. Microsoft sendiri sebenarnya juga sudah berusaha membendung penyebaran Conficker dengan menjalin kerjasama dengan beberapa organisasi dan perusahaan keamanan.
Namun dengan digelarnya sayembara ini, sepertinya usaha Microsoft masih belum membuahkan hasil. 'Conficker' secara khusus memang menyasar ke pengguna sistem operasi Windows besutan Microsoft, mulai dari versi Windows XP Vista, hingga Windows 7 versi Beta.

Bahkan, dalam 5 hari terakhir, Symantec mencatat virus ini telah menyerang lebih dari 2 alamat IP per harinya. Layanan keamanan Windows menjadi tidak berfungsi, bahkan komputer yang ada dalam 1 jaringan juga bisa tertular. Langkah yang dilakukan Microsoft akan virus 'Conficker' menunjukkan betapa serius masalah ini.

Kami kutip dari detik dan diinformasikan CBC, Jumat (13/2/2009), ini adalah yang pertama kalinya bagi Microsoft dalam memberikan perhatian yang sangat besar pada pembuat program jahat sejak 2004 lalu untuk mengusut pembuat worm Sasser. (wanxp.com)

Rabu, 11 Februari 2009

10 Things You Didn't Know About The Real Madrid FC

The Real Madrid Football Club is probably one of the biggest clubs in the world today, but how much do the fans out there of this iconic club really know? Here are just some of the few facts out there that might not be well known as of yet.

1. Real Madrid holds the record as the most effective team in the Spanish Football aspect and was voted by FIFA as the most successful club of the 20th century.

2. Real Madrid Football Club was founded at the hands of the British embassies, along side their arch rivals, FC Barcelona.

3. A Harvard University study on football showed that Real Madrid Football Club was the most popular team in the world, with a fan base of over 228 million supporters!

4. The most unforgettable match for Real Madrid and its rival FC Barcelona was probably the one that took place in 1943, where Real Madrid defeated Barcelona 11 - 1 after having lost by 0 to 3 the previous match

5. From the mid 80's onwards, Real Madrid bounced back from its lost grasp of the La Liga title, with this generation of players nicknamed "La Quinta del Buitre"(Vulture's Cohort) which was a name derived from one of its key members; Emilio Butrageno. They proceeded to win 5 leagues in a row which is something that no other time has been able to do till today.

6. Alfredo Di Stefano, who was a striker for Real Madrid, was said to be the best footballer of all time. Though others might disagree and say he was only the best European footballer, he and his amazing talent (31 caps) was said to be the key to making Real Madrid one of the biggest clubs in the world.

7. Real Madrid's highest home attendance was for the 2006 Copa del Ray match with a crowd of 83,329.

8. Since its foundation, only members (Spanish) were allowed to operate and run the club as President and currently the club has an both a President and an honorary President as well. (Alfredo Di Stefano)

9. The Rivalry toward FC Barcelona extends deeper than just football history. Rather, if you dig deeper, you'll find political views and country loyalty in the mix as well. A truly interesting story!

10. Real Madrid Football Club is the second richest in the world (351m) in terms of revenue and the second most valuable club in the world to date.

Orson Johnson writes for Holiday Velvet, a website providing Accommodation in Madrid & Vacation Rentals.

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Orson_Johnson